Sambungan: Pengembangan Situs-situs Budaya untuk Konservasi Lingkungan di Kawasan Danau Toba

August 2, 2017

Strategi Pengembangan Obyek-obyek Wisata Alam di Kawasan Danau Toba

Pengembangan obyek-obyek wisata alam berupa situs-situs budaya dan tempat sakral akan mempunyai nilai lebih jika dapat dikembangkan dengan baik dan dapat menjadi upaya mengkonservasi lingkungan di kawasan Danau Toba serta memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan obyek-obyek wisata alam di kawasan Danau Toba, yaitu:

1.Memprioritaskan Program Pengembangan Obyek Wisata Alam

Berdasarkan hasil studi literatur, obyek wisata alam berupa tempat sakral dan situs-situs budaya, belum menjadi prioritas dalam Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Samosir. Padahal, obyek-obyek wisata alam tersebut agar dapat menarik minat wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan luar negeri adalah dengan cara menjual keunikan-keunikan potensi obyek-obyek wisata alam tersebut.

2.Meningkatkan Promosi dan Sosialisasi Obyek Wisata Alam

Upaya peningkatan promosi dan sosialisasi pengembangan obyek-obyek wisata alam sangat penting dilakukan agar obyek wisata alam dan destinasi dapat diketahui dan dikenal serta sebagai upaya untuk mengajak masyarakat luas mengkonservasi lingkungan, baik lingkup masyarakat nasional maupun lingkup masyarakat internasional. Program promosi dan sosialiasi merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan obyek wisata alam yang belum diketahui masyarakat, terutama keberadaan lokasi wisata dan obyek wisata yang akan dijual dan dapat dinikmati oleh wisatawan. Kegiatan promosi dan sosialisasi dapat dilakukan melalui media massa baik cetak maupun elektronik, bandara, pameran-pameran, dan perguruan tinggi (Drumm and Moore, 2005).

3.Mengembangkan Aksesibilitas Menuju Obyek Wisata Alam

Untuk memudahkan para pengunjung menuju ke lokasi destinasi obyek wisata alam dan menarik perhatian para wisatawan, maka diperlukan kegiatan pengembangan aksesibilitas. Keberadaan situs-situs budaya dan tempat sakral seringkali sulit untuk dijangkau, meskipun dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Aksesibilitas untuk mencapai obyek-obyek wisata alam tersebut dapat dikembangkan dengan membuat jalan-jalan desa yang juga dapat bertujuan membantu mengkonservasi lingkungan Danau Toba dan mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan obyek-obyek wisata alam.

4.Meningkatkan Kapasitas Pelaku Wisata

Peningkatan kapasitas para pelaku wisata di daerah sekitar kawasan obyek wisata alam sangat diperlukan untuk menciptakan kompetensi yang handal. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan memetakan kesenjangan masing-masing profesi para pelaku wisata seperti pemandu wisata (guide), transport, hotel-hotel, restoran dan lain-lain. Kemudian, perlu dibangun strategi yang komprehensif sehingga dapat merespon kebutuhan-kebutuhan.

Potensi-potensi yang terdapat di tempat-tempat sakral dan di situs-situs budaya memiliki nilai eko-tourism dan religious tourism yang unik dan menarik. Apabila dikembangkan dengan baik, maka akan dapat menjadi peluang untuk mengkonservasi lingkungan Danau Toba dan memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan situs-situs budaya dan tempat sakral serta mendukung program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Otorita Danau Toba (ODT). Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pengembangan situs-situs budaya dan tempat sakral dapat menjadi pilihan, yaitu dengan melakukan pengembangan potensi situs-situs budaya dan tempat sakral.

Sumber Pernah Diterbitkan di dalam Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi (SNITI-3) Tahun 2016

Kontributor Naskah dan Foto: Maskulino, S.Sos

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *