PROGRES RENCANA AKSI DINAS KEHUTANAN PROV. SUMATERA UTARA DALAM MENDUKUNG KAWASAN DANAU TOBA MENJADI KAWASAN PARIWISATA NASIONAL

May 17, 2017

Danau Toba (revittoba.org)

Dalam Upaya Revitalisasi Danau Toba yang merupakan salah satu kawasan Strategis Pariwisata Nasional dari 10 Destinasi Wisata Prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Dishutprov Sumut)adalah salah satu satker lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang merupakan bagian dari Sekretariat Bersama Revitalisasi Danau Toba mendukung penuh percepatan pembangunan kawasan Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Bentuk nyata dukungan pembangunan kawasan Danau Toba, Dishutprov Sumatera Utara adalah disusunnya Rencana Aksi Terpadu Penanganan Kawasan Danau Toba 2016-2018 antara lain meliputi:

  1. Penanganan Penebangan Hutan
  2. Kegiatan Rehabilitasi Hutan
  3. Penataan Batas Kawasan Hutan
  4. Penataan Kawasan Pariwisata Danau Toba

Progres tindak lanjut dalam penanganan penebangan hutan yang terjadi di tujuh Kabupaten Kawasan Danau Toba, Dishutprov Sumut telah menyampaikan draft Surat kepada Gubernur Sumatera Utara tentang Penghentian Penerbitan Surat Keterangan Asal Usul (SKAU)  yang ditujukan kepada Bupati di tujuh Kabupaten/Kota di Kawasan Danau Toba sebagai pemangku kawasan, sesuai dengan Nota Dinas Kadishut No. 522/2089 tanggal 29 Agustus 2016. Selain itu, Dishutprov Sumut telah menyurati Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah II dengan surat No. 522/2088 tanggal 29 Agustus 2016 tentang Evaluasi dan Pencabutan Izin Penerbit SKAU di Kawasan Danau Toba.

Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara

Untuk kegiatan Rehabilitasi Hutan, progress tindak lanjut dari rencana aksi yang telah dilakukan Dishutprov Sumut adalah penyaluran bibit bagi masyarakat, mahasiswa, ormas dan lainnya pada tahun 2016 sebanyak 2.245 batang bibit penghijauan Dinas Kehutanan Prov. Sumatera Utara. Sebagian bibit yang ditanam di Danau Toba dimana permintaannya melalui Dinas Kehutanan Prov. Sumatera Utara juga dipenuhi oleh BPDAS-HL Asahan Barumun dan Wampu Sei Ular sebanyak 150.000 batang meliputi, 50.000 batang untuk kegiatan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia sesuai Surat Kadishut tanggan 5 Agustus 2016 ke BPDAS HL Asahan Barumun, dan 50.000 ke Dinas Kehutanan Kabupaten Karo sesuai Surat Kadishut Dinas Kehutanan Kabupaten Karo pada tanggal 20 Juli 2016 ke BPDAS HL Wampu Sei Ular.

Dishutprov juga terus melakukan patrol rutin dalam pengamanan hutan, hasil hutan, dan pemadaman serta pencegahan kebakaran hutan di kawasan Danau Toba. Kegiatan patroli dalam rangka pengamanan hutan, kawasan hutan dan peredaran hasil hutan seperti yang dilakukan di Kabupaten Samosir sesuai SPT No. 090/1908 tanggal 9 Agustus 2016. Selain itu, patroli juga juga dilakukan di Kab. Samosir sesuai SPT No.090/1909 dalam rangka pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan. Dishutprov juga melakukan kegiatan intelegen pengamanan kawasan hutan di Kabupaten Dairi dan Tapanuli Utara sesuai SPT No. 090/2066 (untuk Kab. Dairi) dan SPT no. 090/2067 (untuk Kab. Tapanuli Utara) tanggal 25 Agustus 2016.

Untuk kegiatan-kegiatan Dishutprov Sumut yang tercantum dalam Rencana Aksi Kawasan Danau Toba (2016-2018) akan terus dilakukan dalam mendukung percepatan pengembangan Kawasan Danau Toba menjadi Kawasan Pariwisata Nasional. Keberadaan hutan di sekitar Kawasan Danau Toba merupakan komponen penting yang perlu dijaga kelestariannya agar fungsi sebagai pengatur tata air dapat berjalan dengan baik. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintahan kabupaten serta seluruh lapisan masyarakat yang berada di sekitar kawasan danau toba untuk saling melakukan upaya pengamanan hutan dan kelestarian hutan.

 

Sumber Data: Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Kebutuhan Data untuk Revitalisasi Danau Toba)

Lampiran:

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *