Pendidikan Lingkungan Bagi Masyarakat Di Sekitar Danau Toba Dalam Rangka Mendukung Global Geopark Kaldera Toba

June 15, 2017

Danau Toba

Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam meraih keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan hidup, juga menjadi sarana yang sangat penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan. Stapp, et al. (1970) menyatakan tujuan jangka panjang pendidikan lingkungan adalah mengembangkan setiap warga negara yang memiliki pengetahuan tentang lingkungan biofisik dan masalah-masalah yang terkait, membangun kesadaran agar warga negara terlibat secara efektif dalam bertindak menuju pengembangan masa depan yang lebih dapat dihuni, dan memiliki motivasi untuk melakukannya. Pendidikan lingkungan tidak akan merubah situasi dan kondisi yang telah rusak menjadi baik dalam waktu sekejap, melainkan membutuhkan waktu, proses dan sumber daya.

Berdasarkan persyaratan penetapan geopark yang ditetapkan oleh UNESCO, dalam persyaratan dan penilaiannya, terdapat keterpaduan pengelolaan geologi, biologi dan budaya. Satu hal yang cukup menarik dalam konsep geopark tersebut adalah bahwa peran serta masyarakat lokal yang melibatkan pengetahuan dan pemahaman pada geopark merupakan salah satu butir/point yang dinilai. Berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan, maka konservasi kawasan harus dikerjakan masyarakat lokal secara sungguh-sungguh karena merekalah yang sehari-harinya hidup disekitarnya. Oleh karena itu, wawasan lingkungan merupakan salah satu modal yang harus dimiliki oleh masyarakat yang bermukim dikawasan geopark.

Peningkatkan wawasan lingkungan dapat dilakukan melalui pendidikan lingkungan yang dapat dilakukan dengan berbagai metode pendekatan. Pendidikan lingkungan akan memampukan seseorang mampu menangkap isu lingkungan yang utama dari sudut pandang lokal, nasional, regional dan internasional, sehingga seseorang tersebut dapat menerima kondisi lingkungan dan membandingkannya dengan wilayah geografis yang lain. Pendidikan lingkungan harus mempertimbangkan lingkungan sebagai suatu totalitas (ekonomi, politik, kultural, historis, moral, dan estetika) menggunakan pendekatan yang sifatnya interdisipliner dengan cara menarik/mengambil isi atau ciri spesifik dari masing-masing disiplin ilmu sehingga memungkinkan suatu pendekatan yang holistik dan perspektif yang seimbang. Berbagai kegiatan pendidikan lingkungan yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

1. Pembuatan iklan layanan masyarakat tentang peduli lingkungan (misalnya Danau Toba menuju jaringan geopark dunia, Danau Toba Go Green, dsb) melalui berbagai media seperti televisi, radio, poster, leaflet/selebaran dan lain-lain.

2. Seminar/diskusi yang melibatkan berbagai stakeholder seperti pemerintah daerah (aparat desa, kecamatan, kabupaten), lembaga swadaya masyarakat dan aktivis lingkungan, akademisi, pengusaha (hotel, restoran, angkutan danau, dll), dan masyarakat lokal.

3. Pendidikan lingkungan di sekolah seperti pencantuman pendidikan konservasi sebagai muatan lokal dalam kurikulum sekolah.

4. Pengadaan lomba terkait keberhasilan menjaga lingkungan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, misalnya lomba restoran/hotel terbaik menurut kriteria AMDAL.

5. Melakukan kegiatan penghijauan, pembersihan sampah dan eceng gondok di Danau Toba yang melibatkan masyarakat, pengusaha, dan pejalar sebagai kegiatan rutin yang diprogramkan oleh pemerintah lokal atau aktivis lingkungan.

6. Pembuatan kebijakan dan pengetatan aturan terhadap pemanfaatan lingkungan.

Selain keenam jenis kegiatan di atas tentu masih banyak kegiatan lainnya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat di sekitar Danau Toba.

Kontributor Naskah : Rospita Odorlina P. Situmorang, STP. M.Eng.
Kontributor Foto: WM

Referensi:
Stapp, et al. (1970)

Sumber Pernah di Terbitkan di: Buletin Alami,Edisi I/2016 BP DAS Asahan Barumun

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *