Pembuatan Jalur Hijau pada Program RHL Dinas Kehutanan Karo

July 25, 2017

Papan Nama Kegiatan Pembuatan Tanaman Sekat Bakar/Jalur Hijau

Pada beberapa tahun terakhir ini sering terjadi bencana alam yang umumnya diakibatkan karena banyaknya kerusakan alam khususnya kerusakan hutan dan lahan yang antara lain diakibatkan karena  terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Memperhatikan hal ini maka diperlukan suatu gerakan ataupun kegiatan untuk mencegah agar bencana tersebut tidak terulang lagi di masa yang akan datang, salah satu kegiatan tersebut antara lain dengan Pembuatan Jalur Hijau/Penanaman Tanaman Sekat Bakar. Kegiatan ini dibuat mengingat masih banyaknya kejadian kebakaran terlebih pada musim kemarau baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan. Melalui  kegiatan ini diharapkan akan memperkecil terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan sekaligus sebagai sarana penyuluhan dan percontohan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan, merehabilitasi lahan, serta perbaikan  lingkungan.

Kegiatan pembuatan jalur hijau/tanaman sekat bakar ini dilakukan di kawasan hutan Sipisopiso Reg. 10/K, UPDT Merek, Situnggaling, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, DAS DTA Danau Toba dengan luas 4,25 Ha. Dalam kegiatan ini memperhatikan keadaan tanah, keadaan iklim dan curah hujan, penggunaan lahan dan vegetasi, topografi serta aksesibilitas, sarana dan prasarana. Rencana kegiatan ini dimulai dengan pengumpulan data, penataan areal penanaman, persiapan sarana dan prasarana, penataan areal tanaman, persiapan kebutuhan dan jenis bibit, pengangkutan bibit, penanaman, renacana pemeliharaan, dan perlindungan tanaman.

Pengumpulan data meliputi data sosek dan biofisik yang terdiri dari data primer yang diambil adalah data kondisi lingkungan, masyarakat desa sertempat, mata pencaharian penduduk, keadan tenaga kerja, serta data sarana dan prasarana. Data Biofisik  diambil langsung dari lapangan seperti Pengukuran batas lokasi dengan menggunakan alat GPS, juga didapat data ketinggian tempat, kemiringan lapangan dan pengambilan data tanah, penataan areal batas petak tanaman, dan lain-lain.  Penataan areal penanaman dimulai dengan menentukan batas areal, pengukuran kelerengan, dan pembuatan peta. Setalah itu, dilakukan kegiatan pemasangan patok batas, penataan pola tanaman,  dan hasil survey/pengumpulan data akan dianalisis lebih lanjut. Persiapan sarana dan prasarana diadakan diadakan dengan maksud untuk membantu kelancaraan pelaksanaan kegiatan ini.  Kegiatan sarana dan prasarana antara lain meliputi pengadaan peralatan perlengkapan peralatan kerja,  pembuatan papan nama, pengadaan ajir tanaman, pembuatan jalan pemeriksaan serta pengadaan pupuk dan obat-obatan.

Setelah lokasi kegiatan diterapkan sesuai dengan rancangan maka ada beberapa tahapan teknis yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh pelaksana lapangan. Penataan areal tanaman meliputi penentuan jalur tanaman, pembuatan dan pembersihan jalur tanaman, pembuatan lobang tanaman.

Pola Tanam Tampak Atas, Pola Tanam Tampak Samping, Lobang Tanam, Pinggiran, dan Penanaman

Pengadaan bibit tanaman Sekat Bakar/Jalur Hijau dilakukan melalui pengadaan bibit siap tanam. Sebelum bibit ditanam harus dikondisikan terlebih dahulu disekitar lokasi tanaman dengan maksud untuk penyesuaian. Jenis bibit untuk penanaman berupa:  makadamia (Macadamea) dan kaliandra sebanyak 8500 bibit dan sebanyak 850 bibit untuk pemeliharaan. Pengangkutan bibit dikerjakan setelah pemasangan ajir dan pembuatan lubang tanam selesai dikerjakan.

Bentuk kegiatan penanaman Tanaman Sekat Bakar/Jalur Hijau disesuaikan dengan kondisi lahan. Sebelum dilakukan penanaman, lahan harus dibersihkan dengan pemotongan semak dan penyemprotan alang-alang dengan mengikuti jalur tanam menurut pola tanam garis kontur selebar satu meter dengan jarak tanam disesuaikan kondisi lapangan.

Kegiatan Pemeliharaan Tanaman Tahun Berjalan merupakan kegiatan satu paket dalam Pembuatan Sekat Bakar/Jalur Hijau yang tidak terpisahkan. Kegiatan Pemeliharaan Tanaman Tahun Berjalan ini minimal dilaksanakan 1 bulan setelah dilaksanakan penanaman, kegiatan selanjutnya dalam pemeliharaan  tanaman tahun berjalan ini meliputi penyiangan, pendangiran tanaman, penyulaman tanaman yang mati serta pemupukan tanaman. Perlindungan dan pengamanan tanaman meliputi kegiatan pemberantasan hama dan penyakit serta pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran.

Sumber: Dinas Kehutanan Kab. Karo

Artikel Terkait:

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *