LANDASAN HELIKOPTER AEK NAULI

March 14, 2017

Dalam mendukung pengembangan destinasi wisata Danau Toba yang merupakan salah satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017 dan pada RKP tahun 2018 dipertegas lagi menjadi salah satu dari tiga destinasi wisata prioritas. Kementerian LHK mendapat mandat untuk ikut serta mendukung destinasi wisata danau toba dan menempatkan Gedung Griya Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli menjadi Sekretariat Bersama Revitalisasi Danau Toba. Pembenahan-pembenahan yang dilakukan dalam rangka optimalisasi kesiapan sekretariat bersama ini telah dilaksanakan antara lain adalah kesiapan gedung sekretariat, penyediaan sarana perkantoran, penyediaan jaringan internet dan penyiapan sarana pendukung penting lainnya seperti penyiapan lokasi landasan helikopter (helipad/heliport) yang kelak akan dibangun disesuaikan dengan keadaan tapak dan urgensi dibangunnya sarana tersebut.

Jika ingin membangun sebuah landasan helikopter, maka prasyarat yang harus dipenuhi adalah prasyarat administrasi, teknis, dan operasional yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.:SKEP/41/III/2010 tentang Persyaratan Standart Teknis dan Operasional Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Tempat Pendaratan dan Lepas Landas Helikopter. Fasilitas utama yang dibutuhkan adalah bahan bakar, penerangan, windsock(suatu tabung tekstil/ kain bentuk kerucut, dirancang untuk menunjukkan arah angin dan kecepatan angin) yang dapat dilihat dengan jelas oleh pilot helikopter dari ketinggian 200 feet serta tidak terhalang oleh bangunan, marshaling (komunikasi visual atau tambahan untuk, komunikasi radio antara pesawat dan kontrol lalu lintas udara), helipad dan hangar.

Helipad merupakan bagian dari Heliport. Helipad adalah suatu area landasan pendaratan untuk helikopter. Helipad pada umumnya di bangun dari beton dan ditandai dengan suatu lingkaran atau suatu huruf “H” agar kelihatan dari udara, sedangkan Heliport merupakan bandara kecil yang hanya cocok digunakan oleh helikopter. Heliport biasanya berisi satu atau lebih helipad dan mempunyai fasilitas terbatas seperti bahan bakar, penerangan, windsock, marshalling dan bahkan hangar.

Heliport terbagi atas 3 jenis yaitu: Surface Level Heliport (Pendaratan dan lepas landas helikopter di daratan), Elevated Heliport (pendaratan dan lepas landas helikopter diatas gedung), dan Helideck (pendaratan dan lepas landar helikopter di anjungan lepas pantai/kapal). Sena (2010) menyebutkan bahwa persyaratan fisik helipad yang utama adalah helipad mampu menahan beban dinamis minimal 2,5 kali dari berat maksimum helikopter terbesar. Kawasan Approach area untuk penerbangan visual ditentukan dengan kemiringan 8% arah keatas dan keluar dimuka dari tepi ujung FATO (Final Approach and Take Off Area) sampai jarak mendatar minimum 250 m. Kawasan Approach area untuk penerbangan instrument ditentukan dengan kemiringan 3.3% arah keatas dan keluar dimuka dari tepi ujung FATO sampai jarak mendatar minimum 250 m. Suhair Shafeek Sabri (2012) menyebutkan bahwa pembuatan heliport jenis Surface Level, terkhususnya untuk kegiatan pada malam hari harus dilengkapi dengan lampu hambatan dan lampu-lampu sebagai alat bantu pendaratan. Selain itu hangar dikawasan Heliport bisa dibuat dengan logam, beton, dan bahkan kayu. Trotoar lantai hangar harus dirancang untuk mendukung beban helikopter. Lokasi hangar harus berdekatan dengan Helipad.

Dalam proposal design heliport yang dibuat oleh Architect Suhair Shafeek Sabri membutuhkan area seluas 13.000 m2 atau 1,3 Ha untuk membangun Heliport dengan 2 Helipad.

Rencana pembuatan Helipad di Aek Nauli harus memperhatikan kawasan yang akan digunakan untuk pendaratan dan lepas landas helikopter. Rencana pembuatan helipad ini memanfaatkan lokasi lapangan sepak bola dikawasan Arboretum Aek Nauli. Pembangunan helipad di Aek Nauli, harus dilakukan dengan mengeraskan suatu permukaan sebagai landasan yang jauh dari rintangan sesuai dengan kebutuhan kelayakan sebuah helikopter antara lain menyangkut tipe helikopter, berat beban helikopter dengan bahan bakar penuh dan diameter rotor, kondisi lingkungan, dan tanda yang dirancang untuk visual pilot.

Sarana pendukung landasan helikopter ini kedepan dibangun berdasarkan tata aturan perundangan yang ada dan disesuaikan dengan dukungan tapak lokasi yang ada, dan semoga dapat terlaksana dan bermanfaat bagi dukungan pengembangan Danau Toba sebagai Perioritas Nasional dalam RKP 2018.

Kontributor Naskah: Donna C Pandiangan dan Hendra Sanjaya

Diterbitkan pada Selasa, 14 Maret 2017

Referensi:

Architect Suhair Shafeek Sabri Heliport. 2012. Heliport Design And Planning For Emergency Services. Diakses pada: www.keu92.org/uploads/…/heliport%20design%20and%20planning.pdf

Perhubungan Udara No.:SKEP/41/III/2010 Tentang Persyaratan Standart Teknis Dan Operasional Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Tempat Pendaratan Dan Lepas Landas Helikopter

Sena, A. 2010. Heliport dan Helipad. Diakses pada: http://angkasasena.blogspot.co.id/2010/08/heliport-helipad.html

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *