Hutan Rakyat untuk Mendukung Pembangunan Danau Toba

July 18, 2017

Beberapa tahun terakhir ini sering terjadi bencana alam yang umumnya diakibatkan karena banyaknya kerusakan alam khususnya kerusakan hutan dan lahan-lahan kritis. Memperhatikan hal ini maka diperlukan suatu gerakan atau kegiatan untuk mencegah agar bencana tersebut tidak terulang lagi dimasa yang akan datang. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah penaman Hutan Rakyat, mengingat masih banyaknya lahan kritis ataupun lahan yang tidak produktif yang berada diluar kawasan hutan dengan kondisi masyarakatnya yang masih memerlukan pemberdayaan.

Penanaman Hutan Rakyat yang dilakukan berada pada lokasi Juma Sijombing, Desa Pengambatan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sub DAS/DAS DTA Danau Toba. Pelaksanaan kegiatan ini memperhatikan jenis tanah, keadaan iklim dan curah hujan, penggunaan lahan dan vegetasi, topografi serta aksesibilitas, sarana dan prasarana. Rencana kegiatan pembuatan Kegiatan ini dimulai dengan pengumpulan data, penataan areal penanaman, persiapan sarana dan prasarana, penataan areal tanaman, persiapan kebutuhan dan jenis bibit, pengangkutan bibit, penanaman, rencana pemeliharaan, dan perlindungan tanaman.

Dalam Pengumpulan data, data yang dikumpulkan adalah data Sosek dan Biofisik yang terdiri dari data primer yaitu data kondisi lingkungan, masyarakat desa setempat, mata pencaharian penduduk, keadaan tenaga kerja, serta data sarana dan prasarana. Data Biofisik  diambil langsung dari lapangan seperti pengukuran batas lokasi dengan menggunakan alat GPS, juga didapat data ketinggian tempat, kemiringan lapangan dan pengambilan data tanah, penataan areal batas petak tanaman, jalan pemeriksaan, orientasi, dan lain-lain. Hasil analisa data dituangkan dalam buku rancangan teknis yang dibuat oleh Tim Penyusun Rancangan.

Setelah lokasi kegiatan ditetapkan maka ada beberapa tahapan teknis yang harus diperhatikan dan dilakukan. Penataan areal    tanaman meliputi pembuatan batas areal, pengukuran kelerengan lahan, pembuatan peta yang sesuai dengan kaidah perpetaan, pemasangan patok batas, penataan pola tanaman, analisis data hasil survey data dan informasi dengan dilakukannya tabulasi, sortasi, dan validasi.

Sarana dan prasarana diadakan dengan maksud untuk membantu kelancaraan pelaksanaan kegiatan Penanaman Hutan Rakyat. Kegiatan sarana dan prasarana antara lain meliputi pengadaan peralatan perlengkapan peralatan kerja, pengadaan ajir tanaman, pembuatan jalan pemeriksaan serta pengadaan pupuk dan obat-obatan.

Setelah lokasi kegiatan diterapkan sesuai dengan rancangan maka ada beberapa tahapan teknis yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh pelaksana lapangan. Penataan areal tanaman meliputi penentuan jalur tanaman, pembuatan dan pembersihan jalur tanaman, pembuatan lobang tanaman.

Pengadaan bibit tanaman untuk kegiatan ini dilakukan melalui pengadaan bibit siap tanam. Sebelum bibit ditanam harus dikondisikan terlebih dahulu disekitar lokasi tanaman dengan maksud untuk penyesuaian. Jenis bibit penanaman berupa:  pinus, ekaliptus, mahoni, suren, dan alpukat total bibit yang akan ditanam adalah 21.042 bibit. Sedangkan bibit yang akan dipelihara sebanyak 2.200 bibit. Pengangkutan bibit dikerjakan setelah pemasangan ajir dan pembuatan lubang tanaman selesai dikerjakan. Setelah ditentukan jumlah bibit yang dapat ditanam kemudian disiapkan untuk diangkut ke lubang tanam.

 Sumber: Dinas Kehutanan Karo

Pola Tanam Tampak Atas

Sumber: Dinas Kehutanan Karo

Pola Tanam Tampak Samping

Kegiatan Penanaman Hutan Rakyat ini disesuaikan dengan kondisi lahan. Sebelum dilakukan penanaman, lahan harus dibersihkan dengan pemotongan semak dan penyemprotan alang-alang dengan mengikuti jalur tanam menurut pola tanam garis kontur selebar satu meter dengan jarak tanam disesuaikan kondisi lapangan.  Kegiatan Pemeliharaan Tanaman Tahun Berjalan merupakan kegiatan satu paket dalam Penanaman Hutan Rakyat yang tidak terpisahkan. Kegiatan Pemeliharaan Tanaman Tahun Berjalan ini minimal dilaksanakan 1 bulan setelah dilaksanakan penanaman, kegiatan selanjutnya dalam pemeliharaan  tanaman tahun berjalan ini meliputi penyiangan, pendangiran tanaman, penyulaman tanaman yang mati serta pemupukan tanaman. Perlindungan dan pengamanan tanaman meliputi kegiatan pemberantasan hama dan penyakit serta pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran.

Dengan adanya kegiatan penanaman hutan rakyat yang berkesinambungan dan berkelanjutan, diharapkan akan mempercepat upaya rehabilitasi lahan, perbaikan lingkungan, pemenuhan kebutuhan kayu sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang berada disekitar hutan.

Sumber: Dinas Kehutanan Kab. Karo

Artikel Terkait:

Pembuatan Jalur Hijau pada Program RHL Dinas Kehutanan Karo

Mendukung Pembangunan Danau Toba dengan Gerakan Reboisasi

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *