GAMBARAN UMUM DANAU TOBA

April 27, 2017

A. Kondisi Umum

Danau Toba adalah danau kaldera terbesar di dunia yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, berjarak 176 km ke arah Barat Kota Medan sebagai ibu kota provinsi. Danau Toba (2,88o N – 98,5o 2 E dan 2,35o N – 99,1o E) adalah danau terluas di Indonesia (90 x 30 km2). Danau Toba merupakan danau vulkanotektonik, terbentuk kira-kira 75.000 tahun yang lalu akibat dari letusan gunung api dan amblasnya tanah secara tektonik. Letusan tersebut membentuk lubang kawah raksasa dan menjadi sebuah danau. Pada Bagian yang tidak runtuh membentuk sebuah pulau yang dikenal dengan Pulau Samosir

Kawasan ini mencakup bagian dari wilayah administrasi dari 7 (tujuh)  kabupaten yaitu Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Humbang Hansudutan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Simalungun  Secara detail kecamatan-kecamatan yang sebahagian atau seluruh wilayahnya masuk ke dalam DTA Danau Toba disajikan dalam Tabel 1. dan profil kawasan Danau Toba, disajikan pada table 2.

Tabel 1. Cakupan Wilayah Danau Toba

Tabel 2. Profil Kawasan Danau Toba

B. Pemanfaatan Kawasan Danau Toba

1. Sumber Air Minum

Masyarakat memanfaatkan air Danau Toba sebagai sumber air minum dan keperluan domestik lainnya.  Dimana kawasan ini terdapat tiga perusahaan daerah air minum (PDAM) yaitu PDAM Balige, PDAM Laguboti dan PDAM Pangururan.

2. Pembangkit Tenaga Listrik

Pada bagian hilir danau, Sungai Asahan merupakan satu-satunya sungai yang mengalirkan air Danau Toba digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik dengan potensi total sekitar 1056 MW, yang terbagi dalam 5 kelompok pembangkitan yaitu PLTA Asahan I, PLTA Asahan II, PLTA Asahan III, PLTA Asahan IV dan V. Pada bagian hulu danau, air Lae Renun dialirkan ke Danau Toba untuk menggerakkan turbin dengan kapasitas 82 MW. Pengaliran air Lau Renun ke Danau Toba, dengan sendirinya telah memperluas DTA Danau Toba.

3. Budidaya Ikan

Air Danau Toba yang jernih, tenang dasr memiliki dasar yang dalam membuat danau ini memiliki potensi yang sangat baik untuk budidaya perikanan. Perikanan masih menjadi andalan sebagian masyarakat sebagai sumber mata pencaharian. Perilaku budidaya perikanan dengan keramba jaring apung (KJA) di Danau Toba telah dimulai pada sejak tahun 1996. Tepatnya di Haranggaol.

4. Sarana Transportasi

Sarana transportasi air di Danau Toba menggunakan kapal-kapal tradisional, kapal motor, dan kapal ferry. Pada saat ini terdapat dua pusat penyeberangan antara Pulau Sumatera dengan Pulau Samosir dengan menggunakan kapal Fery yakni, TomokAjibata dan Tigaras-Ambarita. Sedangkan pusat-pusat tranportasi lainnya yang menggunakan kapal motor terdapat diberbagai tempat seperti, Ajibata, Parapat, Balige, Muara, Tigaras, Tomok dll.

C. Keanekaragaman Hayati

Secara umum habitat ekosistem kawasan Danau Toba dapat digolongkan atas dua bagian, yaitu habitat daratan dan habitat perairan. Pada habitat daratan terdapat berbagai jenis flora dan fauna.

Flora

Flora pada kawasan ini terdiri dari tumbuhan alam berupa pohon, semak/ perdu, herba perennial dan rumput serta tumbuhan, diantaranya: meranti, kapur, keruing, puspa, manggis hutan, kayu raja, pinus, liana, epifit, zing iberaceae, pohon Hoting Batu, Atuang (Semecarpus, sp), Sona, Dakkap dan Kamboang angsana, beringin, cemara, ekaliptus, mahoni, kaliandra, kemiri, johar, mindi, palu, pinus dan suren, alpukat, aren, bambu, belimbing, cengkeh, coklat, dadap, durian, gamal, jambu mente, jarak, jengkol, jeruk, kapuk, kecapi, kelapa, kemiri, kopi, kayu manis, mangga, nangka, petai cina, petai, pinang, rambutan, sawit, sawo dan sirsak dan lain sebagainya.

Sejumlah tanaman sudah sulit ditemukan seperti daun rasa mint antarasa (Litsea cubeba), rumput obat ampapaga (Centella asiatica), pohon buah andalehat (Chrysophyllum roxburghii G), dan tanaman cemara sampinur tali serta andaliman. Sejumlah pohon juga sudah sangat sulit ditemukan, seperti pohon pokki, pohon kayu keras, dan pohon piupiu tanggule, pohon mistis warga Batak yang kayunya digunakan sebagai tongkat tunggal panaluhan

Fauna

Fauna terdiri dari golongan mamalia, amfibi, reptilian, aves dan insekta. Beberapa diataranya adalah burung rangkong, elang, kuau, burung hantu, monyet beruk, siamang, kancil, kucing hutan, macan dahan, babi hutan, biawak, Tapir (Tapirus indicus), Kambing Hutan, Rusa (Cervus unicolor), Harimau Sumatera (Panthera tiris sumatrensis), kutilang, sikatan, tekukur, bubut, dan beo.

Biota Perairan Danau Toba

Komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis tersusunnya suatu jaringan makanan, sehingga plankton berperan sangat penting dalam ekosistem danau dalam menunjang kehidupan biota air, terutama ikan. Jenis ikan endemik yang masih dijumpai di perairan Danau Toba, namum hampir punah adalah Ihan (Ikan Batak). Ihan terdiri dari dua spesies yaitu Lissochilus sumatranus dan Labeobarbus soro. Jenis endemik lainnya yang sangat jarang ditemui adalah ikan Pora-pora (Puntius binotatus). Ikan porapora berbeda dengan ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) yang diintroduksi dari Danau Singkarak. Jenis ikan eksotik non budidaya maupun yang dibudidayakan oleh masyarakat adalah ikan mas, ikan mujair, ikan kepala timah.

D. Sosial Ekonomi Danau Toba

Tabel 3. Sosial Ekonomi Masyarakat yang Berada di Sekitar Danau Toba


Data Hasil Olahan: Rospita Odorlina P. Situmorang, STP., M.Eng


E. Wisata Danau Toba

Berikut kami sajikan Objek Wisata yang terdapat di sekitar Danau Toba:

Kabupaten Simalungun

  • Ekowisata KHDTK Aek Nauli, Parapat
  • Taman Wisata Kera, Sibaganding, Parapat
  • Batu Gantung Parapat
  • Pusat Perhotelan, Wisata Air, Kuliner, Cendera Mata, Kota Parapat
  • Wisata Budaya, Rumah Bolon, Purba
  • Tanjung Unta, Sipolha

Kabupaten Samosir

  • Wisata Budaya, Kursi Natu Persidangan, Siallahan, Ambarita,
  • Pusat Perhotelan, Tuktuk
  • Makam Kuno Raja Sidabutar, Tomok
  • Patung Sigale-gale, Tomok
  • Danau Sidihoni, Ronggung Nihuta
  • Air Terjun Efrata, Harian
  • Aek Sipitu Dai, Sianjur Mula-Mula
  • Penatapan, Tele
  • Desa Wisata Budaya, Sianjur Mula-Mula
  • Pemandian Air Panas, Panguguran
  • Pantai Pasir Putih, Parbaba
  • Museum Huta Bolon, Simanindo

Kabupaten Dairi

  • Tao Silalahi, Silalahi Sabungan

Kabupaten Tobasa

  • Pantai Lumban Silintong, Balige
  • Air Terjun Pandumaan, Hutamora
  • Museum Batak, TB Silalahi Center, Balige
  • Makam Sisingamangaraja XII, Soposurung, Balige
  • Penatapan Tarabunga, Balige

Kabupaten Tapanuli Utara

  • Pulau Sibandang, Muara

Kabupaten Humbang Hasundutan

  • Aek Sipanggolu, Bakkara
  • Istana Sisingamangaraja, Simamora, Baktiraja

Kabupaten Karo

  • Taman Simalem Resort, Sikondon-Kondon, Merek
  • Air Terjun Sipiso-piso, Tongging
  • Pusat Perhotelan, Pemandiangan, Tongging, Merek

Sumber:

 

Badan Pusat Statistika. 2016. Kabupaten Dairi Dalam Angka 2016. BPS Dairi

Badan Pusat Statistika. 2016. Kabupaten Humbang Hasundutan Dalam Angka 2016. BPS Humbang Hasunddutan.

Badan Pusat Statistika. 2016. Kabupaten Karo Dalam Angka 2016. BPS Kabupaten Karo

Badan Pusat Statistika. 2016. Kabupaten Samosir Dalam Angka 2016. BPS Samosir

Badan Pusat Statistika. 2016. Kabupaten Toba Samosir Dalam Angka 2016. BPS Tobasa

Badan Pusat Statistika. 2016. Kabupaten Simalungun Dalam Angka 2016. BPS Simalungun

Badan Pusat Statistika. 2016. Kabupaten Tapanuli Utara Dalam Angka 2016. BPS Tapanuli Utara

Google Map. 2017. Kawasan Danau Toba

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2014.  Gerakan Penyelamatan Danau (GERMADAN) Toba. Jakarta

Pekerjaan Umum. Inkubasi Kawasan Danau Toba. Diakses dari: www.pu.go.id/uploads/services/infopublik20160330174236.pdf

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *