EKOWISATA Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli

May 3, 2017

Sejarah Singkat

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli merupakan kawasan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk kepentingan penelitian dan pengembangan kehutanan. Pembentukan KHDTK merupakan amanat Undang-Undang no. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, dimana pemerintah dapat menetapkan kawasan hutan tertentu untuk tujuan khusus yaitu: (a) penelitian dan pengembangan, (b) pendidikan dan latihan, serta (c) religi dan budaya.

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli merupakan salah satu KHDTK yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 39/Menhut-II/2005, tanggal 7 Pebruari 2005 dengan luasan 1.900 Ha. Secara geografis KHDTK Aek Nauli terletak diantara 2˚ 41’ – 2˚ 44’ LU dan 98˚ 57’ – 98˚58’ BT dan secara administratif termasuk pada Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kawasan ini merupakan daerah pegunungan pada ketinggian sekitar 1.100 – 1.750 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 3 – 65 %.

Gambar 1. Pintu Masuk Ekowisata KHDTK Aek Nauli

Aksesibilitas

Kawasan KHDTK Aek Nauli memiliki aksesibilitas yang mudah dilalui karena terdapat di pinggir jalan propinsi yang menuju Kawasan Danau Toba. Untuk menuju ke kawasan dapat ditempuh dengan rute yaitu dari Medan (Bandara Kualanamu jika berada diluar Sumatera Utara) – Pematangsiantar – Parapat  dengan jalan darat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dengan lama perjalanan sekitar 4 jam dalam kondisi lancar tanpa ada ganguan atau dengan jarak lebih kurang 154 km.  Dengan telah beroperasinya bandara Silangit yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, kawasan ini dapat dicapai dengan waktu kurang lebih 2 jam melewati Parapat dengan jarak 86,9 km.

Gambar 2a. Bandara KNO-Aek Nauli                                 Gambar 2b. Bandara Silangit-Aek Nauli

Ekowisata KHDTK Aek Nauli

Ekowisata KHDTK Aek Nauli merupakan kawasan Pusat Wisata Pendidikan dan Wisata Alam. KHDTK Aek Nauli telah dipromosikan menjadi daerah wisata alam dan merupakan bagian dari ekosistem Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba Ekowisata KHDTK Aek Nauli menawarkan berbagai jenis wisata pendidikan dan wisata alam diantaranya adalah:

1. Ekowisata Gajah Jinak

Mendukung program Pemerintah RI yang telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional, KHDTK Aek Nauli memiliki potensial mendukung pengembangan Ekowisata Danau Toba karena letaknya berada di sekitar Danau Toba. Salah Satunya adalah kegiatan pengelolaan konservasi gajah jinak. Pengelolaan gajah jinak di KHDTK Aek Nauli bertujuan untuk konservasi, penelitian, dan mendukung pengembangan ekowisata sekitar kawasan Danau Toba. Program ini merupakan hasil kerjasama antara BP2LHK Aek Nauli, BBKSDA Sumatera Utara dan Vesswic. Ekowisata Gajah Jinak ini akan direalisasikan pada tahun 2017 ini.

Gambar 3. Master Plan Lokasi Gajah jinak KHDTK Aek Nauli

Dengan akan hadirnya ekowisata gajah jinak di KHDTK Aek Nauli diharapkan akan meningkatkan jumlah pengunjung yang ingin berwisata ke Danau Toba serta menambah objek wisata andalan disekitar danau toba.

2. Pengenalan Jenis-Jenis Flora Dataran Tinggi

Bagi pengunjung yang ingin berinteraksi dengan alam dengan segala tumbuhan hijaunya, Ekosistem KHDTK Aek Nauli adalah tempatnya. Ekosistem KHDTK Aek Nauli sangat beragam. Mulai dari hutan Pinus merkusii, hutan sekunder yang ditumbuhi jenis tumbuhan seperti kemenyan, meranti, hotang, simartolu, dan lainnya. Terdapat ± 88 jenis flora yang berada di kawasan KHDTK Aek Nauli (BPK Aek Nauli, 2012).

Gambar 4. Pengenalan Jenis-Jenis Flora Dataran Tinggi

Dengan begitu kayanya jenis flora yang terdapat di KHDTK Aek Nauli dapat dijadikan wisata edukasi sebelum berkunjung ke Danau Toba, terkhususnya bagi para pelajar dan instansi-instansi yang berkepentingan.

3. Pengenalan Jenis-Jenis Fauna

KHDTK Aek Nauli juga memiliki beranekaragam jenis satwa. Berkunjung ke KHDTK Aek Nauli,  pengunjung akan banyak menemukan siamang, beruk, monyet ekor panjang, dan luttung yang biasanya ditemukan di kawasan Taman Kera yang merupakan areal wisata dan bisa dijadikan sarana pendidikan lingkungan pengenalan terhadap satwa. Selain itu, berbagai jenis burung juga dapat ditemukan di KHDTK Aek Nauli.

Gambar 5. Pengenalan Fauna

4. Tracking Wisata Ke Jejak Peninggalan Aktivitas Jepang

KHDTK Aek Nauli memiliki tempat wisata jejak peninggalan aktivitas Jepang. Dengan menempuh jarak 700 meter ke arah kiri dari pintu masuk Ekowisata KHDTK Aek Nauli dengan membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit, pengunjung dapat menikmati bekas jejak penginggalan aktivitas Jepang, seperti jalan terowongan peninggalan Jepang, sumur peninggalan Jepang, dan bekas bakaran batu. Selagi tracking, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam dengan berbagai keanekaragaman flora dan tamanan hias yang terdapat di KHDTK Aek Nauli.

5. Tracking Wisata Menuju Air Terjun Dan Panorama Danau Toba

Bagi pengunjung yang menyukai kegiatan out door seperti mendaki, Kawasan KHDTK Aek Nauli merupakan areal yang tepat. Terdapat 2 hasil akhir dari aktivitas tracking yang dilakukan di KHDTK Aek Nauli yaitu tracking ke kawasan Air Terjun dan tracking menuju panorama Danau Toba.

Air Terjun KHDTK Aek Nauli mempunyai 2 tingkatan dimana debit air terjun ini akan sangat deras ketika musim hujan dan kecil pada saat musim kemarau. Kawasan Air Terjun KHDTK Aek Nauli ini cocok dijadikan tempat selfie, hunting suasana alam disekitarnya bagi para pecinta photography, dan sepanjang jalan ke kawasan Air terjun terdapat berbagai jenis flora untuk menambah pengetahuan pengunjung mengenai alam. Jarak dari pintu masuk Ekowisata KHDTK Aek Nauli menuju Air terjun sekitar 1-1,3 km membutuhkan waktu mendaki sekitar 1 jam.

Panorama Danau Toba di KHDTK Aek Nauli memiliki ketinggian 1.384m dpl. Dari puncak panorama, pengunjung dapat menikmati pemandangan Danau Toba. Jarak dari pintu masuk ekowisata KHDTK Aek Nauli menuju Puncak Panorama Danau Toba adalah 2,5 km dan membutuhkan waktu mendaki sekitar 3 jam. Untuk pengunjung yang sudah singgah ke kawasan air terjun KHDTK Aek Nauli, sebaiknya jangan turun dulu, pengunjung dapat langsung mendaki lagi ke puncak panorama. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Gambar 7. Pemandangan Danau Toba dari Puncak Panorama KHDTK Aek Nauli

6. Wisata Pendidikan Arboretum BP2LHK Aek Nauli

Arboretum BP2LHK Aek Nauli merupakan bagian dari kawasan KHDTK Aek Nauli yang umumnya digunakan sebagai koleksi jenis tumbuhan khususnya dari hutan daratan tinggi yang digunakan sebagai sarana pendidikan, latihan, dan penelitian.  Dilihat dari segi estetikanya  dan lingkungan, arboretum dapat menimbulkan kesan alami dan menambah keindahan lingkungan sekitarnya, sehingga dapat dijadikan tempat wisata. Lebih tepatnya wisata pendidikan. Total luas kawasan Arboretum BP2LHK Aek Nauli adalah 50 Ha yang di dalamnya terdapat kantor BP2LHK Aek Nauli dan Komplek perumahan untuk karyawan BP2LHK Aek Nauli.


Gambar 8. Peta Kawasan Arboretum BP2LHK Aek Nauli

Berkunjung ke arboretum BP2LHK Aek Nauli, pengunjung akan menemui berbagai jenis pohon yang tersusun rapi di setiap blok. Selain itu, pada kawasan arboretum para pengunjung dapat melakukan kegiatan perkemahan, pengamatan burung, belajar mengenai budidaya lebah madu (BP2LHK Aek Nuli memiliki tenaga ahli lebah madu), belajar spesies tumbuhan ditinjau dari dendrologi, fenologi, taxonomi, biologi, dan silvikultur. Selain itu, kantor juga menyediakan fasilitas untuk kegiatan edukasi seperti perpustakaan, ruang pertemuan, gedung olah raga, guest house, dan laboratorium untuk area belajar.

7. Camping Ground

Bagi para pecinta kegiatan outdoor, KHDTK Aek Nauli juga memiliki lokasi Camping ground yang dapat digunakan kapan saja. Hingga saat ini KHDTK Aek Nauli kerap dikunjungi oleh pengguna jasa dari berbagai kalangan antara lain; masyarakat, sekolah, organisasi, perguruan tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pramuka dan sebagainya.

Gambar 9. Camping Ground BP2LHK Aek Nauli

8. Fasilitas yang Disediakan

BP2LHK Aek Nauli adalah lembaga yang mengelola kawasan KHDTK Aek Nauli, dimulai dari pembenahan, penataan, dan perbaikan untuk meningkatkan jumlah pengunjung. BP2LHK Aek Nauli juga menyediakan fasilitas untuk kegiatan edukasi seperti perpustakaan, ruang pertemuan, gedung olah raga, guest house, dan laboratorium untuk area belajar. Selain itu, dikawasan Arboretum BP2LHK Aek Nauli juga menyediakan sarana ibadah yaitu Mesjid.

Gambar 10. Peta Wisata KHDTK Aek Nauli

Untuk informasi mengenai kawasan wisata KHDTK Aek Nauli, Informasi seputar Danau Toba dapat mengunjungi website revittoba.org, email: revitalisasidanautoba@gmail.com, dan alamat kami di Gedung Griya Sampinur BP2LHK Aek Nauli, Jl. Raya Parapat Km 10,5 Desa Sibaganding Kec. Girsang Sipangan Bolon Kab. Simalungun Sumatera Utara 21174.

Artikel: Donna C.Pandiangan

Kontributor Foto: Donna C. Pandiangan, Ferry Aulia Hawari, Salman Zuhri, Pratiwi, Ruth L.Tobing

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *