Pembahasan Lebih Lanjut tentang Eduwisata Gajah Jinak KHDTK Aek Nauli: Vesswic dan BP2LHK Aek Nauli
BERITA DAN ARTIKEL / October 16, 2017

Kamis, 12/10/2017 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK Aek Nauli) bersama dengan Vesswic melakukan pertemuan pembahasan lebih lanjut mengenai Eduwisata Gajah Jinak KHDTK Aek Nauli di Gedung Griya Sampinur Sekretariat Bersama Revitalisasi Danau Toba Aek Nauli. Pertemuan ini diikuti oleh Drh. Muhammad Wahyu beserta rombongan perwakilan dari Vesswic, Kepala Balai BP2LHK Aek Nauli Pratiara, S.Hut., M.Si, Kepala Seksi Subbag Tata Usaha Ir. IGN Oka Saputra, Kepala Seksi Sarana Penelitian Eddy Syahputra Sitepu, S.H, Kepala Seksi Data Informasi dan Komunikasi Ismed Syahbani, S.Hut BP2LHK Aek Nauli, dan juga 2 Peneliti BP2LHK Aek Nauli (Wanda Kuswanda, S.Hut., M.Si dan Asep Sukmana, SP, M.Sc). Dalam pertemuan ini Direktur Lembaga Vesswic, Drh. Muhammad Wahyu memaparkan rencana-rencana kegiatan lebih lanjut mengenai perkembangan Eduwisata Gajah Jinak di KHDTK Aek Nauli. Muhammad Wahyu menjelaskan tujuan dilakukan eduwisata ini adalah penguatan pengelolaan populasi gajah berbasis breeding dan sesuai dengan ekologi lingkungan.  Pertemuan ini membahas tentang kebutuhan pakan gajah, pihak-pihak yang terlibat dalam pemeliharaan gajah seperti mahot dan asisten mahot (tenaga pembantu), dan kesehatan gajah. Wanda Kuswanda  juga memaparkan tentang rencana-rencana penelitian alternatif pakan gajah, penyesuaian perilaku, kesehatan dan hormonal gajah, produk turunan kotoran gajah serta pembuatan film dokumenter. Dalam kesempatan yang sama, Pratiara menyampaikan harapannya…

Makadamia untuk Danau Toba
BERITA DAN ARTIKEL / October 2, 2017

Pemulihan  ekosistem Danau Toba saat ini menjadi prioritas utama berbagai instansi terkait untuk menjadikan Danau Toba sebagi Distinasi Pariwisata Nasional. Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli merupakan bagian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup Inovasi, Penelitian dan Pengembangan juga ikut berpartisipasi dalam pemulihan Ekosistem Danau Toba. BP2LHK Aek Nauli memiliki Kebun Percobaan Sipiso-piso seluas 45 ha yang berada di Desa Negeri Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, DAS DTA Danau Toba Provinsi Sumatera Utara. Kawasan Hutan Gunung Sipiso-piso ini berstatus sebagai hutan lindung rawan terhadap kebakaran. Hal ini disebabkan vegetasi dominan di dalam kawasan tersebut adalah alang-alang disamping areal berhutan pada puncak dan punggung gunung. Kebun Percobaan Sipisopiso ini dijadikan BP2LHK Aek Nauli menjadi sumber benih dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Saat ini BP2LHK Aek Nauli telah mengembangkan Macadamia integrifolia di Kawasan KP Sipisopiso, jenis makadamia yang dapat dijadikan sekat bakar dan buahnya dapat dikomsumsi kalangan masyarakat. Rabu, 27/09/2017 BP2LHK Aek Nauli mengadakan kunjungan lapangan sekaligus melakukan diskusi lapangan di KP Sipisopiso terkait Macadamia integrifolia untuk Pemulihan Danau Toba. Diskusi lapangan ini  diikuti oleh Kepala Balai Pratiara, S.Hut., M.Si, Kepala Seksi DIK Ismed Syahbani, S.Hut, dan 3 orang peneliti dari BP2LHK Aek Nauli (Dr….

Potensi Sotul Sebagai Tanaman Pendukung Rehabilitasi Lahan Kritis Di Dta Danau Toba
BERITA DAN ARTIKEL / September 15, 2017

Penghijauan adalah kegiatan yang terus digalakkan Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan penghijauan di beberapa tempat di Indonesia ada yang dikatakan cukup sukses dan adanya kurang berhasil. Kegiatan penghijauan seperti di Propinsi Bali adalah salah satu yang berhasil melaksanakan penghijauan. Salah satu faktor penyebab berhasilnya penghijauan di Propinsi Bali adalah adanya pertimbangan aspek religi dalam pelaksanaannya. Penghijaun dengan mempertimbangkan kearifan lokal suatu daerah akan memiliki peluang keberhasilan yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Pengalaman kegiatan penghijauan di Propinsi Bali dan Sumatera Utara tentu jauh berbeda. Kegiatan penghijauan di Propinsi Sumatera Utara tepatnya dekat dengan Daerah Tujuan Wisata Danau Toba dapat dikatakan masih belum cukup berhasil. Disatu sisi, masyarakat kurang menerima kegiatan penghijauan hal ini dapat dijumpai dengan banyaknya tanaman yang mati akibat ulah manusia. Rehabilitasi hutan dan lahan di DTA Danau Toba adalah masalah krusial yang harus diatasi mengingat perhatian pemerintah terhadap DTA Danau Toba sangat tinggi. Pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo memiliki komitmen yang tinggi untuk pemulihan ekosistem Danau Toba. Bukti komitmen Bapak Joko Widodo terhadap DTA Danau Toba ditandai dengan adanya kegiatan penanaman di empat lokasi, seperti: Hutaginjang Kabupaten Tapanuli Utara, Lokasi Wisata Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan,…

Tema Edutainment Potensial KHDTK Aek Nauli
BERITA DAN ARTIKEL / August 31, 2017

Konsep edutainment yang diusung oleh KHDTK Aek Nauli merupakan program unggulan yang menggabungkan konsep berwisata sambil belajar. Konsep ini bertujuan untuk mengarahkan pemanfaatan kawasan sebagai media pendidikan alam yang menyenangkan bagi pengunjung. KHDTK Aek Nauli adalah KHDTK pertama se-Indonesia yang menerapkan konsep ini sehingga model pengelolaan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh model pengelolaan KHDTK secara nasional. Saat ini ada 5 (lima) tema edutainment yang telah masuk kedalam Rencana Pengelolaan KHDTK Aek Nauli dengan Konsep Edutainment jangka pendek , yaitu  edutainment budidaya lebah madu, penyadapan getah Pinus, pemanenan Kemenyan, pengolahan Pirdot & Taksus serta budidaya Rumput Gajah. Tentunya masih banyak potensi edutainment lain yang dapat digali dari KHDTK Aek Nauli untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari, memaksimalkan sumber daya manusia berkualitas dan berbagai produk Litbang yang dimiliki BP2LHK Aek Nauli. Fungsional Teknisi dan Peneliti yang ada di BP2LHK Aek Nauli masing-masing memiliki keahlian yang sangat mendukung konsep edutainment di KHDTK Aek Nauli. Mereka memiliki segudang ide dan konsep tema berbasis edutainment. Dari Hasil Diskusi yang dilakukan  saat proses pembuatan Rencana Pengelolaan KHDTK Aek Nauli dengan Konsep edutainment  oleh tim proyek perubahan dengan para fungsional teknisi dan peneliti didapat 30 tema edutainment yang sangat potensial untuk dikembangkan. Diantaranya pengenalan dan…

Serunya Perayaan HUT 72 Republik Indonesia BP2LHK Aek Nauli
BERITA DAN ARTIKEL / August 18, 2017

Mengakhiri rangkaian peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, hari ini Jumat, 18 Agustus 2017 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli mengadakan kegiatan tracking santai di kawasan KHDTK Aek Nauli. Kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan perayaan 17 Agustus 2017 yang telah dilaksanakan mulai dari tanggal 14 Agustus dan berakhir pada hari ini. Tracking santai ini dimulai dari lokasi kantor BP2LHK Aek Nauli dan berakhir di kawasan Ekowisata Gajah KHDTK Aek Nauli yang merupakan hasil kejasama BP2LHK Aek Nauli dengan BBKSDA Sumatera Utara dan Vesswic dalam mendukung Danau Toba sebagai destinasi pariwisata nasional. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh pegawai BP2LHK Aek Nauli yang dikomandoi oleh Ali Ngimron S.Hut., M.Eng. Tidak hanya tracking santai, sesampainya di lokasi ekowisata gajah, kegiatan dilanjutkan lagi dengan berbagai macam perlombaan, seperti lomba balap karung, lomba sendok kelereng, lomba melempar bola tenis, dll. Dalam kesempatan ini Ali Ngimron menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya kegiatan ini kebersamaan selalu terjaga antara pegawai Aek Nauli dan dengan kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk memulai kegiatan olahraga di Aek Nauli dan dapat dilaksanakan tiap minggunya. Antusias dan semangat  pegawai BP2LHK Aek Nauli dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari partisipasi pegawai yang bersedia mengikuti berbagai…

Sambungan: Pengembangan Situs-situs Budaya untuk Konservasi Lingkungan di Kawasan Danau Toba
BERITA DAN ARTIKEL / August 2, 2017

Strategi Pengembangan Obyek-obyek Wisata Alam di Kawasan Danau Toba Pengembangan obyek-obyek wisata alam berupa situs-situs budaya dan tempat sakral akan mempunyai nilai lebih jika dapat dikembangkan dengan baik dan dapat menjadi upaya mengkonservasi lingkungan di kawasan Danau Toba serta memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan obyek-obyek wisata alam di kawasan Danau Toba, yaitu: 1.Memprioritaskan Program Pengembangan Obyek Wisata Alam Berdasarkan hasil studi literatur, obyek wisata alam berupa tempat sakral dan situs-situs budaya, belum menjadi prioritas dalam Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Samosir. Padahal, obyek-obyek wisata alam tersebut agar dapat menarik minat wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan luar negeri adalah dengan cara menjual keunikan-keunikan potensi obyek-obyek wisata alam tersebut. 2.Meningkatkan Promosi dan Sosialisasi Obyek Wisata Alam Upaya peningkatan promosi dan sosialisasi pengembangan obyek-obyek wisata alam sangat penting dilakukan agar obyek wisata alam dan destinasi dapat diketahui dan dikenal serta sebagai upaya untuk mengajak masyarakat luas mengkonservasi lingkungan, baik lingkup masyarakat nasional maupun lingkup masyarakat internasional. Program promosi dan sosialiasi merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan obyek wisata alam yang belum diketahui masyarakat, terutama keberadaan lokasi wisata dan obyek wisata yang akan dijual dan dapat dinikmati…

Pengembangan Situs-situs Budaya untuk Konservasi Lingkungan di Kawasan Danau Toba
BERITA DAN ARTIKEL / July 31, 2017

Kawasan Danau Toba adalah salah satu kawasan yang merupakan aset nasional dan memiliki nilai strategis bagi Provinsi Sumatera Utara dengan fungsinya antara lain yaitu, sebagai tujuan wisata, sumber air bagi penduduk, kegiatan perikanan, transportasi air, sumber air PLTA, pembangkit energi untuk industri dan sekaligus sebagai ekosistem sumber daya alam hayati dan non hayati. Salah satu nilai strategis yang terdapat di kawasan Danau Toba adalah adanya peninggalan-peninggalan manusia dari masa lalu yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi. Peninggalan-peninggalan tersebut adalah obyek-obyek wisata alam berupa situs-situs budaya dan tempat sakral. Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dikenal beberapa istilah yang terkait dengan peninggalan-peninggalan manusia dari masa lalu yaitu Cagar Budaya, Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya dan Kawasan Cagar Budaya. Dari beberapa istilah tersebut, Situs Budaya dan tempat sakral, termasuk dalam kategori situs cagar budaya. Situs Cagar Budaya menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 adalah lokasi yang berada di darat dan/atau di air yang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu. Seperti diketahui, sejak tahun 2016 Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) secara resmi dimulai di Indonesia. Sehubungan dengan pencanangan…

GERAKAN SADAR WISATA MENDUKUNG DANAU TOBA
BERITA DAN ARTIKEL / July 28, 2017

Pariwisata diyakini Pemerintah Indonesia masih tetap menjadi unggulan dan tumpuan bagi Indonesia. Keadaan masa krisis yang melanda negeri ini di masa lalu, sektor pariwisata diyakini para pakar dan praktisi mampu menjadi pioner pemulihan perekonomian Indonesia (Sugiantoro R, 2000). Peningkatan nilai ekonomi pada sektor pariwisata lebih prospektif dibandingkan  sektor pertambangan jika dikelola dengan baik karena sektor pertambangan menyisakan kerusakan lingkungan jika dikelola dengan baik (Kasali, 2008). Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik pada suatu daerah obyek wisata akan memberikan efek domino bagi perekonomian daerah wisata tersebut bahkan negara kita. Gerakan sadar wisata adalah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik. Gerakan sadar wisata dan menjadikan Sapta Pesona menjadi life style (gaya hidup) adalah salah satu solusi yang harus terus dikumandangkan kemana-mana untuk menarik minat wisatawan mancanegara dan domestik, seperti: Danau Toba. Danau Toba sebagai destinasi prioritas terletak di deretan Pegunungan Bukit Barisan dan menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata di Sumatera Utara (Setiawan T, 2011). Kawasan Danau Toba berada di Provinsi Sumatera Utara secara administratif. Kawasan ini mencakup bagian dari wilayah administrasi dari 8 (delapan) kabupaten yaitu Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Humbang Hansudutan, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Simalungun dan…

Pembuatan Jalur Hijau pada Program RHL Dinas Kehutanan Karo
BERITA DAN ARTIKEL / July 25, 2017

Pada beberapa tahun terakhir ini sering terjadi bencana alam yang umumnya diakibatkan karena banyaknya kerusakan alam khususnya kerusakan hutan dan lahan yang antara lain diakibatkan karena  terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Memperhatikan hal ini maka diperlukan suatu gerakan ataupun kegiatan untuk mencegah agar bencana tersebut tidak terulang lagi di masa yang akan datang, salah satu kegiatan tersebut antara lain dengan Pembuatan Jalur Hijau/Penanaman Tanaman Sekat Bakar. Kegiatan ini dibuat mengingat masih banyaknya kejadian kebakaran terlebih pada musim kemarau baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan. Melalui  kegiatan ini diharapkan akan memperkecil terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan sekaligus sebagai sarana penyuluhan dan percontohan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan, merehabilitasi lahan, serta perbaikan  lingkungan. Kegiatan pembuatan jalur hijau/tanaman sekat bakar ini dilakukan di kawasan hutan Sipisopiso Reg. 10/K, UPDT Merek, Situnggaling, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, DAS DTA Danau Toba dengan luas 4,25 Ha. Dalam kegiatan ini memperhatikan keadaan tanah, keadaan iklim dan curah hujan, penggunaan lahan dan vegetasi, topografi serta aksesibilitas, sarana dan prasarana. Rencana kegiatan ini dimulai dengan pengumpulan data, penataan areal penanaman, persiapan sarana dan prasarana, penataan areal tanaman, persiapan kebutuhan dan jenis bibit, pengangkutan bibit, penanaman, renacana pemeliharaan, dan perlindungan tanaman. Pengumpulan…

Mendukung Pembangunan Danau Toba dengan Gerakan Reboisasi
BERITA DAN ARTIKEL / July 20, 2017

Sumberdaya  hutan dan lahan memberikan manfaat  yang tak ternilai bagi kehidupan umat, oleh karena itu keberadaan sumberdaya hutan wajib disyukuri, diurus, dan dimanfaatkan secara optimal. Kelestarian Hutan dan Lahan juga wajib dijaga baik fungsi dan kualitas Sumber Daya Hutan agar tetap memberikan manfaat secara optimal sebagai system penyangga kehidupan dan sumber kemakmuran rakyat.  Laju deforestasi atau pengurangan luas kawasan hutan dan degradasi atau Penurunan kualitas hutan pada masa sekarang ini telah mencapai tahap yang  mengkhawatirkan. Hal ini tentu saja akan mengurangi fungsi/daya guna hutan yang akan berimplikasi pada terganggunya siklus alam dan kehidupan manusia yang akan menimbulkan dampak negatif seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor, sehingga peranannya sebagai penyangga kehidupan kurang optimal. Kondisi kawasan hutan di Kabupaten Karo saat ini banyak mengalami gangguan akibat penggarapan liar yang dilakukan masyarakat, perambah hutan, kebakaran hutan, pencurian humus dan penggunaan lahan lainnya. Dampak kerusakan kawasan hutan Kabupaten Karo tidak hanya dirasakan masyarakat Karo sendiri, namun daerah tetangga juga merasakan akibatnya seperti Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat yang sungainya berhulu di Kabupaten Karo. Untuk menanggulangi hal tersebut, perlu dilakukan upaya pemulihan dan upaya peningkatan kemampuan fungsi hutan, khususnya di kawasan hutan lindung, hutan produksi dan hutan konservasi dengan suatu gerakan Reboisasi atau…