BDLHK Pematangsiantar Belajar Lebah Trigona ke BP2LHK Aek Nauli
BERITA DAN ARTIKEL / December 27, 2017

Kamis, 21/12/2017 BP2LHK Aek Nauli mendapat kunjungan dari Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pematangsiantar. Kunjungan ini merupakan kegiatan magang yang dilakukan oleh beberapa Widyaiswara BDLHK Pematangsiantar dalam memperdalam pengetahuan tentang lebah trigona. Didampingi oleh Teknisi Litkayasa yang memiliki keahlian lebah madu, Aam Hasanudin, S.Hut, para Widyaiswara mendapatkan pengetahuan tentang lebah trigona yang juga telah lama dikembangkan BP2LHK Aek Nauli. Aam menunjukkan dan menjelaskan tentang lebah trigona, cara pembudidayaannya, propolis yang dihasilkan, jenis lebah tigona, teknik pemanenanya, hingga kepada alat-alat yang digunakan dalam pembudidayaan lebah trigona.

BP2LHK Aek Nauli dan PT. TPL Tanam Macadamia
BERITA DAN ARTIKEL / December 19, 2017

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli)_Senin (18/12/2017) Dalam rangka mendukung Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli dengan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) melakukan penanaman macadamia (Macadamia integrifolia) di KHDTK Aek Nauli. Kegiatan ini adalah tindak lanjut pelaksanaan kerjasama yang sudah dijalin serta juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat. Penanaman ini dihadiri oleh Kepala BP2LHK Aek Nauli,  Pratiara S.Hut, M.Si yang didampingi para pejabat struktural, peneliti, dan teknisi. Mewakili PT. TPL adalah Manager Sektor Aek Nauli, Christian Sihaloho; Humas Sektor Aek Nauli, Pius Butar Butar; dan beberapa staf. Pratiara menjelaskan bahwa penanaman Macadamia ini adalah salah satu langkah awal dari pelaksanaan kerjasama,  karena harapannya ada banyak lagi yang bisa dilakukan oleh balai dengan PT. TPL, sehingga nantinya akan banyak menghasilkan produk bagi kawasan Danau Toba. “Macadamia ini akan kita rawat bersama-sama dengan baik, supaya bisa tumbuh besar, sehingga 6 atau 7 tahun kedepan ini akan menjadi show window bagi BP2LHK Aek Nauli dan PT. TPL. Kita bertanggungjawab untuk mendukung kesuksesan rehabilitasi Danau Toba,” tutup Pratiara. Pihak TPL juga siap mendukung program litbang yang dilakukan BP2LHK Aek Nauli ini. “Kami akan ikut mendukung…

Mempromosikan Kacang Macadamia pada Acara Peresmian ANECC
BERITA DAN ARTIKEL / December 11, 2017

BP2LHK Aek Nauli_Acara Peresmian Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2017 di Aek Nauli yang merupakan hasil kolaborasi tiga instansi terkait yaitu Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BBKSDAE) Sumatera Utara, dan Lembaga Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (Vesswic). Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu penting di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seperti Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Ir. Wiratno, M.Sc,  Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Dr. Agus Justianto, Tenaga Ahli Menteri Bidang Dukungan Kerja Pengembangan Danau Toba Gideon Ketaren, Sekretaris BLI  Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si , Kepala Puslitbang Hasil Hutan Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si, Kepala-Kepala UPT Kementerian LHK di Prov. Sumatera Utara, dan juga dari instansi lain seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera utara, Kapolres Simalungun, Dandim Simalungun, serta pejabat dan masyarakat daerah setempat. Berbagai kegiatan menarik disuguhkan dalam kesempatan ini diantaranya atraksi gajah jinak, tarian tradisional Simalungun, pemanenan Lebah Madu, penanaman Macadamia dan pengenalan berbagai produk Litbang unggulan di BP2LHK Aek Nauli seperti produk olahan madu (madu sarang, propolis dan bee pollen), parfum Kemenyan, teh Pirdot (penurun gula…

SELAMAT HARI POHON SEDUNIA
BERITA DAN ARTIKEL / November 22, 2017

Sering kita mendengar selogan berupa banyak pohon banyak rezeki. Selogan ini mulai booming  ketika bumi yang kita tempati ini telah mengalami penurunan sumberdaya alamnya termasuk kehilangan areal hijaunya. Penyebabnya bermacam-macam bisa dari faktor alam itu sendiri maupun dari umat manusia. Bencana alam, laju deforestrasi yang tinggi, kerusakan DAS, perubahan iklim, pemanasan global, illegal logging, pertambangan, kualitas udara/air yang semakin menurun dan lain sebagainya berdampak bagi setiap komponen makluk hidup yang ada dibumi. Kondisi bumi yang seperti inilah yang mendorong kita untuk terus memperbaikinya tahap demi tahap. Di era sekarang ini, bumi mengalami peningkatan suhu. Sudomo (2001) dalam Kusminingrum (2008)  menyebutkan bahwa pengaruh pemanasan global dalam setengah abad mendatang diperkirakan akan mengakibatkan perubahan pola angin, bertambahnya populasi dan jenis organisme penyebab penyakit dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, perubahan pola curah hujan dan siklus hidrologi, peningkatnya badai atmosferik, perubahan ekosistem hutan, daratan dan ekosistem alami lainnya. Tindakan-tindakan yang dibutuhkan untuk mencengah perubahan-perubahan ini adalah dengan penanaman pohon. Menurut Gasman (1984), 1 ha daun-daun hijau dapat menyerap 8 kg CO2/jam, yang setara dengan CO2 yang dihembuskan oleh sekitar 200 manusia dalam waktu yang sama sebagai hasil pernafasannya. Maka akibat perkembangan wilayah terjadi peningkatan produksi CO2 dan berkurangnya produksi O2 di udara, meningkatnya suhu…

Pembahasan Lebih Lanjut tentang Eduwisata Gajah Jinak KHDTK Aek Nauli: Vesswic dan BP2LHK Aek Nauli
BERITA DAN ARTIKEL / October 16, 2017

Kamis, 12/10/2017 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK Aek Nauli) bersama dengan Vesswic melakukan pertemuan pembahasan lebih lanjut mengenai Eduwisata Gajah Jinak KHDTK Aek Nauli di Gedung Griya Sampinur Sekretariat Bersama Revitalisasi Danau Toba Aek Nauli. Pertemuan ini diikuti oleh Drh. Muhammad Wahyu beserta rombongan perwakilan dari Vesswic, Kepala Balai BP2LHK Aek Nauli Pratiara, S.Hut., M.Si, Kepala Seksi Subbag Tata Usaha Ir. IGN Oka Saputra, Kepala Seksi Sarana Penelitian Eddy Syahputra Sitepu, S.H, Kepala Seksi Data Informasi dan Komunikasi Ismed Syahbani, S.Hut BP2LHK Aek Nauli, dan juga 2 Peneliti BP2LHK Aek Nauli (Wanda Kuswanda, S.Hut., M.Si dan Asep Sukmana, SP, M.Sc). Dalam pertemuan ini Direktur Lembaga Vesswic, Drh. Muhammad Wahyu memaparkan rencana-rencana kegiatan lebih lanjut mengenai perkembangan Eduwisata Gajah Jinak di KHDTK Aek Nauli. Muhammad Wahyu menjelaskan tujuan dilakukan eduwisata ini adalah penguatan pengelolaan populasi gajah berbasis breeding dan sesuai dengan ekologi lingkungan.  Pertemuan ini membahas tentang kebutuhan pakan gajah, pihak-pihak yang terlibat dalam pemeliharaan gajah seperti mahot dan asisten mahot (tenaga pembantu), dan kesehatan gajah. Wanda Kuswanda  juga memaparkan tentang rencana-rencana penelitian alternatif pakan gajah, penyesuaian perilaku, kesehatan dan hormonal gajah, produk turunan kotoran gajah serta pembuatan film dokumenter. Dalam kesempatan yang sama, Pratiara menyampaikan harapannya…

Makadamia untuk Danau Toba
BERITA DAN ARTIKEL / October 2, 2017

Pemulihan  ekosistem Danau Toba saat ini menjadi prioritas utama berbagai instansi terkait untuk menjadikan Danau Toba sebagi Distinasi Pariwisata Nasional. Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli merupakan bagian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup Inovasi, Penelitian dan Pengembangan juga ikut berpartisipasi dalam pemulihan Ekosistem Danau Toba. BP2LHK Aek Nauli memiliki Kebun Percobaan Sipiso-piso seluas 45 ha yang berada di Desa Negeri Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, DAS DTA Danau Toba Provinsi Sumatera Utara. Kawasan Hutan Gunung Sipiso-piso ini berstatus sebagai hutan lindung rawan terhadap kebakaran. Hal ini disebabkan vegetasi dominan di dalam kawasan tersebut adalah alang-alang disamping areal berhutan pada puncak dan punggung gunung. Kebun Percobaan Sipisopiso ini dijadikan BP2LHK Aek Nauli menjadi sumber benih dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Saat ini BP2LHK Aek Nauli telah mengembangkan Macadamia integrifolia di Kawasan KP Sipisopiso, jenis makadamia yang dapat dijadikan sekat bakar dan buahnya dapat dikomsumsi kalangan masyarakat. Rabu, 27/09/2017 BP2LHK Aek Nauli mengadakan kunjungan lapangan sekaligus melakukan diskusi lapangan di KP Sipisopiso terkait Macadamia integrifolia untuk Pemulihan Danau Toba. Diskusi lapangan ini  diikuti oleh Kepala Balai Pratiara, S.Hut., M.Si, Kepala Seksi DIK Ismed Syahbani, S.Hut, dan 3 orang peneliti dari BP2LHK Aek Nauli (Dr….

Potensi Sotul Sebagai Tanaman Pendukung Rehabilitasi Lahan Kritis Di Dta Danau Toba
BERITA DAN ARTIKEL / September 15, 2017

Penghijauan adalah kegiatan yang terus digalakkan Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan penghijauan di beberapa tempat di Indonesia ada yang dikatakan cukup sukses dan adanya kurang berhasil. Kegiatan penghijauan seperti di Propinsi Bali adalah salah satu yang berhasil melaksanakan penghijauan. Salah satu faktor penyebab berhasilnya penghijauan di Propinsi Bali adalah adanya pertimbangan aspek religi dalam pelaksanaannya. Penghijaun dengan mempertimbangkan kearifan lokal suatu daerah akan memiliki peluang keberhasilan yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Pengalaman kegiatan penghijauan di Propinsi Bali dan Sumatera Utara tentu jauh berbeda. Kegiatan penghijauan di Propinsi Sumatera Utara tepatnya dekat dengan Daerah Tujuan Wisata Danau Toba dapat dikatakan masih belum cukup berhasil. Disatu sisi, masyarakat kurang menerima kegiatan penghijauan hal ini dapat dijumpai dengan banyaknya tanaman yang mati akibat ulah manusia. Rehabilitasi hutan dan lahan di DTA Danau Toba adalah masalah krusial yang harus diatasi mengingat perhatian pemerintah terhadap DTA Danau Toba sangat tinggi. Pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo memiliki komitmen yang tinggi untuk pemulihan ekosistem Danau Toba. Bukti komitmen Bapak Joko Widodo terhadap DTA Danau Toba ditandai dengan adanya kegiatan penanaman di empat lokasi, seperti: Hutaginjang Kabupaten Tapanuli Utara, Lokasi Wisata Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan,…

Tema Edutainment Potensial KHDTK Aek Nauli
BERITA DAN ARTIKEL / August 31, 2017

Konsep edutainment yang diusung oleh KHDTK Aek Nauli merupakan program unggulan yang menggabungkan konsep berwisata sambil belajar. Konsep ini bertujuan untuk mengarahkan pemanfaatan kawasan sebagai media pendidikan alam yang menyenangkan bagi pengunjung. KHDTK Aek Nauli adalah KHDTK pertama se-Indonesia yang menerapkan konsep ini sehingga model pengelolaan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh model pengelolaan KHDTK secara nasional. Saat ini ada 5 (lima) tema edutainment yang telah masuk kedalam Rencana Pengelolaan KHDTK Aek Nauli dengan Konsep Edutainment jangka pendek , yaitu  edutainment budidaya lebah madu, penyadapan getah Pinus, pemanenan Kemenyan, pengolahan Pirdot & Taksus serta budidaya Rumput Gajah. Tentunya masih banyak potensi edutainment lain yang dapat digali dari KHDTK Aek Nauli untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari, memaksimalkan sumber daya manusia berkualitas dan berbagai produk Litbang yang dimiliki BP2LHK Aek Nauli. Fungsional Teknisi dan Peneliti yang ada di BP2LHK Aek Nauli masing-masing memiliki keahlian yang sangat mendukung konsep edutainment di KHDTK Aek Nauli. Mereka memiliki segudang ide dan konsep tema berbasis edutainment. Dari Hasil Diskusi yang dilakukan  saat proses pembuatan Rencana Pengelolaan KHDTK Aek Nauli dengan Konsep edutainment  oleh tim proyek perubahan dengan para fungsional teknisi dan peneliti didapat 30 tema edutainment yang sangat potensial untuk dikembangkan. Diantaranya pengenalan dan…

Serunya Perayaan HUT 72 Republik Indonesia BP2LHK Aek Nauli
BERITA DAN ARTIKEL / August 18, 2017

Mengakhiri rangkaian peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, hari ini Jumat, 18 Agustus 2017 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli mengadakan kegiatan tracking santai di kawasan KHDTK Aek Nauli. Kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan perayaan 17 Agustus 2017 yang telah dilaksanakan mulai dari tanggal 14 Agustus dan berakhir pada hari ini. Tracking santai ini dimulai dari lokasi kantor BP2LHK Aek Nauli dan berakhir di kawasan Ekowisata Gajah KHDTK Aek Nauli yang merupakan hasil kejasama BP2LHK Aek Nauli dengan BBKSDA Sumatera Utara dan Vesswic dalam mendukung Danau Toba sebagai destinasi pariwisata nasional. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh pegawai BP2LHK Aek Nauli yang dikomandoi oleh Ali Ngimron S.Hut., M.Eng. Tidak hanya tracking santai, sesampainya di lokasi ekowisata gajah, kegiatan dilanjutkan lagi dengan berbagai macam perlombaan, seperti lomba balap karung, lomba sendok kelereng, lomba melempar bola tenis, dll. Dalam kesempatan ini Ali Ngimron menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya kegiatan ini kebersamaan selalu terjaga antara pegawai Aek Nauli dan dengan kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk memulai kegiatan olahraga di Aek Nauli dan dapat dilaksanakan tiap minggunya. Antusias dan semangat  pegawai BP2LHK Aek Nauli dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari partisipasi pegawai yang bersedia mengikuti berbagai…

Sambungan: Pengembangan Situs-situs Budaya untuk Konservasi Lingkungan di Kawasan Danau Toba
BERITA DAN ARTIKEL / August 2, 2017

Strategi Pengembangan Obyek-obyek Wisata Alam di Kawasan Danau Toba Pengembangan obyek-obyek wisata alam berupa situs-situs budaya dan tempat sakral akan mempunyai nilai lebih jika dapat dikembangkan dengan baik dan dapat menjadi upaya mengkonservasi lingkungan di kawasan Danau Toba serta memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan obyek-obyek wisata alam di kawasan Danau Toba, yaitu: 1.Memprioritaskan Program Pengembangan Obyek Wisata Alam Berdasarkan hasil studi literatur, obyek wisata alam berupa tempat sakral dan situs-situs budaya, belum menjadi prioritas dalam Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Samosir. Padahal, obyek-obyek wisata alam tersebut agar dapat menarik minat wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan luar negeri adalah dengan cara menjual keunikan-keunikan potensi obyek-obyek wisata alam tersebut. 2.Meningkatkan Promosi dan Sosialisasi Obyek Wisata Alam Upaya peningkatan promosi dan sosialisasi pengembangan obyek-obyek wisata alam sangat penting dilakukan agar obyek wisata alam dan destinasi dapat diketahui dan dikenal serta sebagai upaya untuk mengajak masyarakat luas mengkonservasi lingkungan, baik lingkup masyarakat nasional maupun lingkup masyarakat internasional. Program promosi dan sosialiasi merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan obyek wisata alam yang belum diketahui masyarakat, terutama keberadaan lokasi wisata dan obyek wisata yang akan dijual dan dapat dinikmati…