Pengembangan Situs-situs Budaya untuk Konservasi Lingkungan di Kawasan Danau Toba
BERITA DAN ARTIKEL / July 31, 2017

Kawasan Danau Toba adalah salah satu kawasan yang merupakan aset nasional dan memiliki nilai strategis bagi Provinsi Sumatera Utara dengan fungsinya antara lain yaitu, sebagai tujuan wisata, sumber air bagi penduduk, kegiatan perikanan, transportasi air, sumber air PLTA, pembangkit energi untuk industri dan sekaligus sebagai ekosistem sumber daya alam hayati dan non hayati. Salah satu nilai strategis yang terdapat di kawasan Danau Toba adalah adanya peninggalan-peninggalan manusia dari masa lalu yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi. Peninggalan-peninggalan tersebut adalah obyek-obyek wisata alam berupa situs-situs budaya dan tempat sakral. Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dikenal beberapa istilah yang terkait dengan peninggalan-peninggalan manusia dari masa lalu yaitu Cagar Budaya, Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya dan Kawasan Cagar Budaya. Dari beberapa istilah tersebut, Situs Budaya dan tempat sakral, termasuk dalam kategori situs cagar budaya. Situs Cagar Budaya menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 adalah lokasi yang berada di darat dan/atau di air yang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu. Seperti diketahui, sejak tahun 2016 Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) secara resmi dimulai di Indonesia. Sehubungan dengan pencanangan…

GERAKAN SADAR WISATA MENDUKUNG DANAU TOBA
BERITA DAN ARTIKEL / July 28, 2017

Pariwisata diyakini Pemerintah Indonesia masih tetap menjadi unggulan dan tumpuan bagi Indonesia. Keadaan masa krisis yang melanda negeri ini di masa lalu, sektor pariwisata diyakini para pakar dan praktisi mampu menjadi pioner pemulihan perekonomian Indonesia (Sugiantoro R, 2000). Peningkatan nilai ekonomi pada sektor pariwisata lebih prospektif dibandingkan  sektor pertambangan jika dikelola dengan baik karena sektor pertambangan menyisakan kerusakan lingkungan jika dikelola dengan baik (Kasali, 2008). Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik pada suatu daerah obyek wisata akan memberikan efek domino bagi perekonomian daerah wisata tersebut bahkan negara kita. Gerakan sadar wisata adalah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik. Gerakan sadar wisata dan menjadikan Sapta Pesona menjadi life style (gaya hidup) adalah salah satu solusi yang harus terus dikumandangkan kemana-mana untuk menarik minat wisatawan mancanegara dan domestik, seperti: Danau Toba. Danau Toba sebagai destinasi prioritas terletak di deretan Pegunungan Bukit Barisan dan menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata di Sumatera Utara (Setiawan T, 2011). Kawasan Danau Toba berada di Provinsi Sumatera Utara secara administratif. Kawasan ini mencakup bagian dari wilayah administrasi dari 8 (delapan) kabupaten yaitu Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Humbang Hansudutan, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Simalungun dan…

Pembuatan Jalur Hijau pada Program RHL Dinas Kehutanan Karo
BERITA DAN ARTIKEL / July 25, 2017

Pada beberapa tahun terakhir ini sering terjadi bencana alam yang umumnya diakibatkan karena banyaknya kerusakan alam khususnya kerusakan hutan dan lahan yang antara lain diakibatkan karena  terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Memperhatikan hal ini maka diperlukan suatu gerakan ataupun kegiatan untuk mencegah agar bencana tersebut tidak terulang lagi di masa yang akan datang, salah satu kegiatan tersebut antara lain dengan Pembuatan Jalur Hijau/Penanaman Tanaman Sekat Bakar. Kegiatan ini dibuat mengingat masih banyaknya kejadian kebakaran terlebih pada musim kemarau baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan. Melalui  kegiatan ini diharapkan akan memperkecil terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan sekaligus sebagai sarana penyuluhan dan percontohan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan, merehabilitasi lahan, serta perbaikan  lingkungan. Kegiatan pembuatan jalur hijau/tanaman sekat bakar ini dilakukan di kawasan hutan Sipisopiso Reg. 10/K, UPDT Merek, Situnggaling, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, DAS DTA Danau Toba dengan luas 4,25 Ha. Dalam kegiatan ini memperhatikan keadaan tanah, keadaan iklim dan curah hujan, penggunaan lahan dan vegetasi, topografi serta aksesibilitas, sarana dan prasarana. Rencana kegiatan ini dimulai dengan pengumpulan data, penataan areal penanaman, persiapan sarana dan prasarana, penataan areal tanaman, persiapan kebutuhan dan jenis bibit, pengangkutan bibit, penanaman, renacana pemeliharaan, dan perlindungan tanaman. Pengumpulan…

Mendukung Pembangunan Danau Toba dengan Gerakan Reboisasi
BERITA DAN ARTIKEL / July 20, 2017

Sumberdaya  hutan dan lahan memberikan manfaat  yang tak ternilai bagi kehidupan umat, oleh karena itu keberadaan sumberdaya hutan wajib disyukuri, diurus, dan dimanfaatkan secara optimal. Kelestarian Hutan dan Lahan juga wajib dijaga baik fungsi dan kualitas Sumber Daya Hutan agar tetap memberikan manfaat secara optimal sebagai system penyangga kehidupan dan sumber kemakmuran rakyat.  Laju deforestasi atau pengurangan luas kawasan hutan dan degradasi atau Penurunan kualitas hutan pada masa sekarang ini telah mencapai tahap yang  mengkhawatirkan. Hal ini tentu saja akan mengurangi fungsi/daya guna hutan yang akan berimplikasi pada terganggunya siklus alam dan kehidupan manusia yang akan menimbulkan dampak negatif seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor, sehingga peranannya sebagai penyangga kehidupan kurang optimal. Kondisi kawasan hutan di Kabupaten Karo saat ini banyak mengalami gangguan akibat penggarapan liar yang dilakukan masyarakat, perambah hutan, kebakaran hutan, pencurian humus dan penggunaan lahan lainnya. Dampak kerusakan kawasan hutan Kabupaten Karo tidak hanya dirasakan masyarakat Karo sendiri, namun daerah tetangga juga merasakan akibatnya seperti Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat yang sungainya berhulu di Kabupaten Karo. Untuk menanggulangi hal tersebut, perlu dilakukan upaya pemulihan dan upaya peningkatan kemampuan fungsi hutan, khususnya di kawasan hutan lindung, hutan produksi dan hutan konservasi dengan suatu gerakan Reboisasi atau…

Hutan Rakyat untuk Mendukung Pembangunan Danau Toba
BERITA DAN ARTIKEL / July 18, 2017

Beberapa tahun terakhir ini sering terjadi bencana alam yang umumnya diakibatkan karena banyaknya kerusakan alam khususnya kerusakan hutan dan lahan-lahan kritis. Memperhatikan hal ini maka diperlukan suatu gerakan atau kegiatan untuk mencegah agar bencana tersebut tidak terulang lagi dimasa yang akan datang. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah penaman Hutan Rakyat, mengingat masih banyaknya lahan kritis ataupun lahan yang tidak produktif yang berada diluar kawasan hutan dengan kondisi masyarakatnya yang masih memerlukan pemberdayaan. Penanaman Hutan Rakyat yang dilakukan berada pada lokasi Juma Sijombing, Desa Pengambatan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sub DAS/DAS DTA Danau Toba. Pelaksanaan kegiatan ini memperhatikan jenis tanah, keadaan iklim dan curah hujan, penggunaan lahan dan vegetasi, topografi serta aksesibilitas, sarana dan prasarana. Rencana kegiatan pembuatan Kegiatan ini dimulai dengan pengumpulan data, penataan areal penanaman, persiapan sarana dan prasarana, penataan areal tanaman, persiapan kebutuhan dan jenis bibit, pengangkutan bibit, penanaman, rencana pemeliharaan, dan perlindungan tanaman. Dalam Pengumpulan data, data yang dikumpulkan adalah data Sosek dan Biofisik yang terdiri dari data primer yaitu data kondisi lingkungan, masyarakat desa setempat, mata pencaharian penduduk, keadaan tenaga kerja, serta data sarana dan prasarana. Data Biofisik  diambil langsung dari lapangan seperti pengukuran batas lokasi dengan menggunakan alat GPS, juga didapat data ketinggian tempat,…